Apasihitu

Pengertianya adalah blog berbentuk magazine yang di didalamnya berisi hal hal dan tips trik menarik seputar pengertian, astronomi, sains, cinta, arkeologi, inspirasi, motivasi,tutorial photoshop, tutorial blogger, dan masih banyak lagi yang menarik dan bermanfaat lainya.

Tampilkan postingan dengan label Space Scoop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Space Scoop. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Kisah Lahirnya Bintang-Bintang di Masa Lalu

Kisah Lahirnya Bintang-Bintang di Masa Lalu


Sejarah lahirnya bintang-bintang yang paling banyak dan cepat di alam semesta dini berlangsung di galaksi-galaksi yang banyak sekali mengandung debu. Namun, debu-debu ini banyak sekali dan menghalangi pandangan, sehingga kita sulit mengetahui di mana lokasinya dengan menggunakan teleskop biasa. Selama lebih dari 10 tahun, para astronom berusaha menyelidiki dengan seksama galaksi-galaksi muda ini, yang semuanya tengah melahirkan banyak sekali bintang dalam waktu singkat. Kini, baru empat minggu beraksi, teleskop spesial ALMA berhasil menemukan 100 galaksi semacam itu. Jumlah itu melampaui yang bisa ditemukan seluruh teleskop lainnya. Kalian bisa melihat sebagian galaksi tersebut dalam foto ini.
Galaksi-galaksi yang melahirkan bintang dengan cepat sekali dalam waktu singkat. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO), APEX (MPIfR/ESO/OSO), J. Hodge dkk., A. Weiss dkk., NASA Spitzer Science Center.
Galaksi-galaksi yang melahirkan bintang dengan cepat sekali dalam waktu singkat. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO), APEX (MPIfR/ESO/OSO), J. Hodge dkk., A. Weiss dkk., NASA Spitzer Science Center.
Untuk melihat galaksi tadi dari lingkungan sekitarnya yang berdebu dan berkabut, para astronom harus menggunakan teleskop yang mampu melihat jenis cahaya tertentu yang bisa menembus kabut tebal. Salah satunya adalah teleskop ALMA.
Ilustrasi panjang gelombang. Kredit: UNAWE
Ilustrasi panjang gelombang. Kredit: UNAWE
Salah satu sifat cahaya adalah ia berperilaku seperti gelombang. Lain cahaya, lain pula besar gelombangnya. Ukuran panjang gelombang disebut ‘panjang gelombang’. Panjang gelombang diukur dari puncak gelombang satu ke puncak gelombang sebelahnya (lihat gambar di samping). Gelombang radio, cahaya tampak (cahaya yang bisa dilihat oleh mata), dan gelombang mikro merupakan contoh-contoh gelombang cahaya. ALMA melihat alam semesta ini dalam gelombang radio, yang mempunyai panjang gelombang sekitar 1 milimeter. Gelombang radio ini bisa menembus kabut tebal yang menghalangi pandangan kita untuk melihat galaksi-galaksi tersebut.
Sebelumnya, sebagian galaksi itu diyakini dalam waktu singkat melahirkan bintang ribuan kali lebih banyak daripada yang dilahirkan Galaksi kita, Bimasakti. Tentu saja ini bakal menghancurkan diri mereka sendiri. Namun, hasil pengintaian ALMA mengungkapkan bahwa galaksi-galaksi yang seolah-olah bunuh diri tadi sebenarnya merupakan kumpulan dari galaksi-galaksi kecil yang melahirkan bintang dengan kecepatan normal.
Fakta Menarik
Gelombang radio adalah jenis gelombang cahaya yang paling panjang. Panjang gelombangnya bisa kurang dari 1 sentimeter, tapi ada juga yang lebih panjang dari lapangan sepakbola, lho!

Sabtu, 13 April 2013

Dunia Gelap Tanpamu

Dunia Gelap Tanpamu

Kalau kalian rajin membaca Space Scoop, kemungkinan besar kalian telah melihat banyak sekali foto ruang angkasa yang indah dan menawan. Tapi, kalian pasti ingin tahu tentang bola hijau ini, sebab inilah nasib Matahari di masa depan. (Jangan kuatir, masih ada waktu 5 milyar tahun sebelum itu terjadi!)
Nebula IC 1295 yag dipotret VLT. Kredit: ESO
Nebula IC 1295 yag dipotret VLT. Kredit: ESO
Inti bintang adalah tempat yang gila-gilaan. Gravitasi menarik dari segala penjuru, sehingga tekanan di sana dahsyat banget, dan temperaturnya bisa lebih dari 15 juta derajat celcius! Dalam kondisi seperti itu, terjadilah reaksi fusi. Artinya, atom-atom bisa berfusi (bergabung) menjadi unsur lain. Misalnya, empat atom hidrogen bergabung membentuk satu atom helium. Ketika sebuah bintang sebesar Matahari telah menghabiskan bahan bakarnya (hidrogen), ia telah sampai pada akhir hayatnya. Di saat-saat terakhir menjelang ajalnya, si bintang menggembung hingga berkali-kali lipat ukuran asalnya. Kalau sudah menggembung seperti itu, kita menyebutnya raksasa merah.
Si bintang menjadi kewalahan menahan semua materinya saat tumbuh menjadi raksasa, sehingga banyak materi dari lapisan luar si bintang terlontar ke angkasa. Gas dan debu yang dilontarkan bintang tadi disebut planet nebula. Bola berpendar hijau ini salah satu contohnya.
Fakta menarik: Reaksi fusi telah berlangsung di inti Matahari selama 4.5 milyar tahun dan akan berlanjut minimal hingga 5 milyar tahun yang akan datang. Tapi, pada akhirnya nanti, seperti lirik lagu Harvey Malaiholo “Dunia Gelap Tanpamu”

Jumat, 12 April 2013

Pelahap Maut Baru Saja Bangun

Pelahap Maut Baru Saja Bangun

Beberapa minggu lalu para astronom terheran-heran saat melihat sebuah lubang hitam terbangun dari tidur panjangnya (puluhan tahun lamanya!) dan mulai menikmati sarapannya. Sarapannya tentu bukan roti atau semangkuk sereal, melainkan  sebuah Jupiter-super! Jupiter-super merupakan objek yang jauh lebih besar daripada Jupiter (planet terbesar di Tata Surya kita), tetapi tidak cukup besar untuk menjadi bintang. Jupiter-super yang dijadikan sarapan lubang hitam tadi 30 kali lebih besar dari Matahari. Bayangkan, Jupiter sendiri saja cukup untuk menampung 1300 Bumi!
Lubang Hitam si pemangsa. Kredit: ESA
Lubang Hitam si pemangsa. Kredit: ESA
Begini kejadiannya: pada suatu malam sekelompok astronom dari Badan Antariksa Eropa (ESA) tengah melakukan pengamatan ketika cahaya sinar-x yang misterius tiba-tiba muncul di layar monitor. Didorong oleh rasa ingin tahu darimana asal cahaya misterius tadi berasal, mereka menyusuri jejak asalnya.  Ternyata cahaya tadi berasal dari pusat galaksi NGC 4845. Galaksi ini kerap diamati, tapi pada malam itu ia bersinar 1.000 kali lebih terang daripada biasanya.
Cahaya itu muncul dari materi yang terpanaskan di sekeliling lubang hitam di pusat galaksi, ketika si lubang hitam mencabik-cabik mangsanya dan siap melahapnya. Lubang hitam di pusat galaksi NGC 4845 diperkirakan bermassa sekitar 300.000 kali lipat massa Matahari. Ia juga senang bermain-main dengan makanannya: selama 2-3 bulan ia bercanda dengan mangsanya sebelum melahap sepersepuluh materi dari mangsanya.
Kalian bisa melihat simulasi kejadian itu di sini.
Fakta menarik: Ada batas tertentu di sekeliling lubang hitam dan dinamakan event horizon. Pada batas ini, segala sesuatu, bahkan cahaya, pasti menuju lubang hitam. Pokoknya kalau kalian melewati event horizon tadi, kalian tidak akan bisa lolos.

Senin, 08 April 2013

Kerajaan Bimasakti

Kerajaan Bimasakti

Bintang-bintang dan awan  gas yang tinggal di bagian galaksi katai bernama Awan Magellan Kecil, yang merupakan salah satu tetangga terdekat kita. Kredit: X-ray: NASA/CXC/Univ.Potsdam/L.Oskinova et al; Optical: NASA/STScI; Infrared: NASA/JPL-Caltech
Bintang-bintang dan awan gas yang tinggal di bagian galaksi katai bernama Awan Magellan Kecil, yang merupakan salah satu tetangga terdekat kita. Kredit: X-ray: NASA/CXC/Univ.Potsdam/L.Oskinova et al; Optical: NASA/STScI; Infrared: NASA/JPL-Caltech
Jika kalian tinggal di belahan bumi selatan atau di dekat khatulistiwa (hore, Indonesia salah satunya!), kalian mungkin pernah melihat di langit malam dua awan yang terang tapi agak kabur. Awan yang lebih kecil dinamakan Awan Magellan Kecil, salah satu ‘galaksi satelit’ Bimasakti. Awan Magellan Kecil merupakan galaksi katai, artinya bintang anggotanya berjumlah lebih sedikit daripada yang dipunyai galaksi-galaksi semacam Bimasakti. Bimasakti sendiri beranggotakan sekitar 300 milyar bintang, sedangkan jumlah anggota Awan Magellan Kecil hanya beberapa milyar saja.
Dalam skala kosmis, galaksi katai yang satu ini sangatlah dekat dengan kita. Bila bergerak dengan kecepatan paling besar di alam semesta (yaitu kecepatan cahaya), dari Bumi kita akan tiba di sana dalam waktu kurang dari 200 ribu tahun. Yah, tidak bisa dibilang dekat banget, sih, tapi kalau kita ingin pergi ke galaksi yang kita obrolkan di Space Scoop sebelumnya, kita perlu 47 juta tahun untuk bisa sampai di sana. Itu pun jika kita bergerak dengan kecepatan yang sama: kecepatan cahaya!
Karena jaraknya yang dekat, para astronom bisa menyelidiki fenomena yang sulit diamati di galaksi yang berada lebih jauh. Foto ini memperlihatkan sebuah daerah di Awan Magellan Kecil yang disebut ‘Sayap’. Di area tersebut terdapat tiga gugus bintang yang belakangan ini diselidiki oleh para astronom untuk mencari tahu bagaimana bintang muda terlahir.
Fakta Menarik: Awan Magellan Kecil mengawali perjalanan hidupnya sebagai galaksi spiral berbatang, sama seperti Bimasakti. Namun, gravitasi dari galaksi-galaksi di dekatnya kemudian perlahan mengoyak bentuknya sehingga menjadi tidak beraturan sebagaimana yang kita lihat sekarang.

Senin, 01 April 2013

Misteri Sekelompok Anak Baru di Galaksi Bimasakti

Misteri Sekelompok Anak Baru di Galaksi Bimasakti

Alam semesta kita ini ibarat perkampungan tua, hanya saja umurnya 13,8 milyar tahun. Galaksi tempat tinggal kita, Bimasakti, juga sudah tua sekali: sebagian bintang-bintang penghuninya berusia lebih dari 13 milyar tahun. Meski sudah tua, di Bimasakti masih ramai dengan aktivitas, banyak objek baru yang terbentuk dan ada pula objek-objek yang hancur. Dari foto ini kalian bisa melihat sekelompok ‘anak’ pendatang baru di lingkungan dekat Tata Surya kita.
Gugus terbuka di dekat Tata Surya kita. Kredit: ESO
Gugus terbuka di dekat Tata Surya kita. Kredit: ESO
Seberapa tua mereka sebenarnya? Berapa tepatnya usia mereka ternyata masih belum pasti, tetapi para astronom menduga umurnya antara 20 hingga 35 juta tahun. Yah, memang tidak bisa dibilang muda, sih. Tapi, bandingkan dengan Matahari kita yang sudah berusia 4600 juta tahun dan belum bisa dikatakan dewasa. Artinya, jika Matahari diumpamakan manusia berusia 40 tahun, bintang-bintang terang dalam foto tadi adalah bayi-bayi berusia 3 bulan.
Kebanyakan bintang tidak lahir sendirian. Mereka lahir bersama-sama dengan puluhan bahkan ratusan bintang lainnya dalam sebuah ‘gugus’. Semua bintang dalam sebuah gugus lahir dari bahan-bahan yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Foto ini menunjukkan sebuah gugus bintang ‘terbuka’. Gugus bintang semacam ini umumnya tidak bertahan lama sebelum akhirnya bintang-bintang anggotanya berpisah selamanya. Namun, ada yang aneh dengan gugus yang satu ini: ada satu atau dua bintang berwarna kuning dan merah, yang berusia jauh lebih tua. Bisakah kalian mengenali bintang-bintang itu di foto?
Fakta Menarik: Salah satu gugus terbuka yang paling tua adalah Messier 67. Usianya 3,7 milyar tahun. Para astronom menduga ia berumur panjang karena tinggal di bagian yang terisolasi di Bimasakti sehingga tidak ada objek-objek besar lain yang mengganggunya.
Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Sabtu, 30 Maret 2013

Kisah Galaksi yang Salah Dikenali

Kisah Galaksi yang Salah Dikenali

Menurut kalian ini foto apa?
Kalau kalian menjawab ‘galaksi’ atau, yang lebih spesifik, ‘galaksi spriral’, kalian benar! Tapi, kalian percaya nggak kalau galaksi ini pernah, malah sampai dua kali, salah dikenali oleh astronom profesional? Ketika pertama kali diamati oleh Pierre Mechain pada tahun 1780, ia mengiranya sebuah nebula (awan gas dan debu yang berpendar terang). Beberapa tahun kemudian, Charles Messier menyebutnya ‘gugus bintang’, gerombolan bintang yang beranggotakan beberapa ribu atau beberapa juta bintang yang terikat satu sama lain oleh gravitasi (jumlah itu jauh lebih sedikit daripada jumlah bintang dalam sebuah galaksi). Nggak apa-apa Charles, cuma kurang 100 milyar bintang, kok!
    Galaksi Messier 77, yang berbentuk spiral dan juga energetik. Kredit: NASA, ESA & A. van der Hoeven
Galaksi Messier 77, yang berbentuk spiral dan juga energetik. Kredit: NASA, ESA & A. van der Hoeven
Sebelum kita menyalahkan Pierre dan Charles, kita harus ingat bahwa pada tahun 1700-an teleskop masih merupakan penemuan baru. Membandingkan kualitas teleskop jaman itu dengan Hubble Space Telescope itu ibarat membandingkan mobil-mobilan dengan mobil Ferrari. Kurang dari 100 tahun lalu kita baru saja tahu kalau ada galaksi-galaksi lain selain Bimasakti di alam semesta ini. Kini kita sudah tahu alam semesta dihuni ratusan milyar galaksi yang berisi bintang-bintang.
Galaksi-galaksi tersebut mempunyai bentuk, ukuran, dan jenis yang berbeda-beda. Foto ini tidak hanya memperlihatkan sebuah galaksi yang berbentuk spiral, tetapi juga contoh sebuah ‘galaksi Seyfert’. Galaksi semacam ini merupakan jenis galaksi yang sangat energetik, penuh dengan gas panas membara dan memancarkan radiasi yang sangat kuat dari intinya yang gelap.
Fakta menarik: Dalam sebuah foto dari sepetak kecil langit malam yang dipotret Hubble Space Telescope, terdapat ribuan galaksi! Misalnya, seperti yang ada di sini. Nah, alam semesta ini luaaaaaaaaaaaaaaaaass sekali bukan?

Minggu, 24 Maret 2013

Cara Supaya Eksis

Cara Supaya Eksis


Pada tahun 1999, galaksi ini sedang melayang-layang tenang di angkasa. Tiba-tiba kedamaian ini terusik gara-gara ada ledakan spektakuler. Ledakan ini merupakan kematian sebuah bintang raksasa. Kita menyebut ledakan ini dengan nama ‘supernova’, dan terangnya ledakan tadi melebihi terang seluruh galaksi.
NGC 1637, galaksi spiral di konstelasi Eridanus. Kredit: ESO
NGC 1637, galaksi spiral di konstelasi Eridanus. Kredit: ESO
Pemandangan yang mencengangkan di galaksi tetangga ini dilihat oleh para astronom yang menyelidiki efek setelah ledakan beberapa lama terjadi. Mereka melihat kecerlangan si supernova perlahan meredup. Cahayanya telah meredup sampai-sampai si supernova yang dahulu tampak sangat terang kini nyaris tak terlihat di foto ini. Meskipun si supernova sangatlah redup, para astronom masih bisa mengungkap jati diri si bintang yang telah meledak. Ternyata si bintang sangaaaaaaatlah besar sebelum ia mati, kira-kira delapan kali lipat dari besarnya Matahari kita.
Foto ini barangkali tidak memperlihatkan cahaya terang benderang dari si supernova, tapi kita tetap dapat melihat yang keren-keren. Galaksi ini dikenal sebagai ‘galaksi spiral’, seperti halnya Galaksi Bimasakti. Disebut demikian karena lengan-lengannya yang berbentuk spiral tampak di sekeliling pusat galaksi yang terang. Lengan-lengan spiral dalam foto ini tampak jelas berkat jejak-jejak cemerlang bintang-bintang muda berwarna biru, awan gas yang berpendar, dan jalur debu yang tampak gelap.
Fakta Menarik: Satu supernova mampu menghasilkan energi sebanyak yang bisa dihasilkan Matahari seumur hidupnya. Nah, Matahari kita akan hidup selama sekitar 10 milyar tahun, jadi bayangkan betapa besar energi yang dihasilkan si supernova!

Sabtu, 23 Maret 2013

Kisah Si Katai Putih Yang Serakah

Kisah Si Katai Putih Yang Serakah

Pada tahun 1604, sebuah bintang baru muncul di langit malam. Bintang itu bersinar lebih terang daripada semua bintang lain, dan selama tiga minggu, bintang itu bahkan terlihat pada siang hari! Mercusuar misterius ini merupakan penanda sebuah bintang di dekat kita mati dengan cara meledak. Ledakan-ledakan ini disebut supernova, yang memancarkan begitu banyak cahaya sehingga selama beberapa minggu, bintang-bintang yang meledak ini bisa mengalahkan cerlangnya sebuah galaksi yang terdiri dari triliunan bintang! Kemudian, cahaya itu memudar perlahan, meninggalkan awan-awan gas indah yang berpendar, seperti salah satu yang ada di gambar ini.
Sisa supernova Kepler. Kredit: Teleskop Chandra
Sisa supernova Kepler. Kredit: Teleskop Chandra
Namun, mari kita kembali ke beberapa juta tahun sebelumnya, karena kisah tentang bintang ini lebih menarik lagi. Bintang yang meledak pada tahun 1604 ini memulai hidupnya sebagai sebuah bintang sedang, sama dengan Matahari kita. Ketika sebuah bintang berukuran sedang mati, hasilnya tidak terlalu dramatis daripada sebuah supernova yang dahsyat. Bukannya meledak, bintang-bintang ini runtuh. Akhirnya, materi di pusat bintang memampat menjadi sebuah bola kecil yang berat, disebut bintang katai putih.
Demikianlah bintang ini mati untuk pertama kalinya, lama sebelum tahun 1604. Namun, bagaimana akhirnya bintang ini bisa mati untuk kedua kalinya? Nah, para astronom akhir-akhir ini menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Bintang katai putih itu memiliki pasangan, sebuah bintang raksasa merah berukuran raksasa. Meskipun si raksasa merah jauh lebih besar, gravitasi si katai putih jauh lebih kuat. Si katai putih mulai menyedot gas dari  pasangannya, menarik materi ke dirinya sendiri. Akhirnya, keserakahan membawa si katai putih ke akhir kehidupannya sendiri. Si katai putih mencuri begitu banyak materi sehingga dirinya sendiri menjadi tidak stabil, dan menyebabkan ledakan spektakuler yang disaksikan oleh para leluhur kita!
Informasi Lebih Lanjut: Para astronom yang menemukan ini telah membuat sebuah video yang menunjukkan simulasi ledakan supernova, kau bisa menontonnya di sini, dan dapatkan pemandangan salah satu peristiwa ledakan terdahsyat di alam semesta itu dari dekat!

Sabtu, 16 Maret 2013

Penelusuran Asal Muasal Alam Semesta

 Penelusuran Asal Muasal Alam Semesta
Hari ini teleskop bernama ALMA membuka matanya. Teleskop raksasa ini merupakan teleskop paling besar sedunia. Ia disusun dari antena, seperti antena parabola, berukuran 12 meter sebanyak lima puluh empat buah (tingginya kira-kira sama dengan gedung bertingkat empat) plus antena berukuran 7 meter sebanyak dua belas buah.  Ke-66 antena ini akan bekerja bersama-sama menjadi teleskop paling keren di muka bumi. ALMA sanggup “melihat” cahaya dari sebagian objek-objek terjauh di alam semesta, untuk memunjukkan pada kita detil dari alam semesta di masa-masa dininya yang belum pernah kita lihat. Foto keren ini memperlihatkan teleskop ALMA yang terlentang di Gurun Atacama, Chili.
ALMA. Kredit: Clem & Adri Bacri-Normier (wingsforscience.com)/ ESO
ALMA. Kredit: Clem & Adri Bacri-Normier (wingsforscience.com)/ ESO
Ketika alam semesta masih sangat muda, ia berisi kabut tebal gas hidrogen dingin. Karena itu, kita jadi sulit untuk menyelidikinya  dengan menggunakan teleskop biasa yang hanya melihat ‘cahaya tampak.’ Tapi, ALMA memiliki mata spesial yang bisa melihat alam semesta dalam cahaya lain yang biasa dikenal sebagai ‘gelombang radio’. Dengan ini, ALMA bisa menembus kabut tadi dan untuk pertama kalinya menguak rahasia di baliknya.
ALMA juga akan sedikit membuka rahasia objek-objek terdingin di alam semesta. Ia akan mengintai awan-awan gas dan debu yang suhunya beberapa derajat di bawah suhu nol mutlak, suhu terdingin yang bisa terjadi (?273°C). Berusaha “merasakan” yang lebih dingin sama saja seperti berkalan ke arah selatan dari Kutub Selatan. ALMA akan berusaha menemukan planet-planet baru yang unik tengah mengelilingi bintang-bintang lain yang cemerlang serta bayi bintang yang sedang dibentuk di dalam awan tebal.
Jika kalian ingin menjadi orang pertama yang tahu dari ALMA tentang rahasia-rahasia asal muasal alam semesta, pastikan kalian membaca Space Scoop yang akan datang ya!
Fakta Menarik: ALMA dibangun di gunung setinggi 5000 meter di Gurun Atacama, Chili, salah satu tempat terkering di Bumi. Tempat setinggi dan sekering itu berarti awan yang bisa mengganggu pengamatan sangat sedikit. Tapi, di ketinggian 5.000 meter, udara sangat sangaaaat tipis, sehingga akses orang dibikin seminim mungkin aka terbatas.

Jumat, 15 Maret 2013

Ada Apa dengan Karbon?

Ada Apa dengan Karbon?
Materi membentuk segala hal yang bisa kaulihat: bintang-bintang, Bumi, bahkan dirimu sendiri! Materi sendiri terbentuk dari banyak sekali partikel kecil yang beragam, semua menjadi satu. Beberapa partikel ini disebut atom. Atom-atom ini memiliki berbagai bentuk dan hidrogen—ada atom hidrogen, helium, dan salah satu yang terpenting, karbon. Karbon adalah materi kedua terbanyak di dalam tubuh manusia (setelah oksigen). Untuk memberi gambaran kepadamu tentang betapa kecilnya sebuah atom: butuh satu juta atom yang ditumpuk untuk menyamai ketebalan sehelai kertas!
Molekul molekul karbon. Kredit : NAOJ
Molekul molekul karbon. Kredit : NAOJ
Gambar yang tampak aneh ini menunjukkan sejumlah molekul, yaitu kelompok-kelompok yang terdiri dari dua atom atau lebih. Molekul-molekul ini begitu kecil sehingga tidak ada yang bisa melihat mereka, kecuali menggunakan mikroskop-mikroskop dengan perbesaran yang luar biasa. Molekul-molekul berbentuk bola football di gambar ini terdiri dari 60 atom karbon, sehingga dinamakan “C60”. Karbon adalah materi kimia yang sangat penting bagi seluruh kehidupan di Bumi. Karbon adalah bagian besar dari dunia yang kita huni, mulai dari karbon dioksida di udara hingga tanaman yang kita makan. Dan hampir seperlima tubuh kita terdiri dari karbon!
Namun, dari mana elemen ajaib ini berasal? Nah, mereka datang dari bintang-bintang! Semua karbon di alam semesta terbentuk di bagian dalam bintang-bintang. Setelah sebuah bintang mengubah seluruh atom hidrogen di dalam intinya menjadi helium, bintang mulai mengubah atom-atom helium menjadi atom-atom karbon dan atom-atom lainnya (seperti oksigen). Ketika bintang-bintang mati, materi-materi kimia yang baru terbentuk ini terlontar ke angkasa luar untuk didaur ulang menjadi bintang-bintang baru, planet-planet, atau bahkan manusia. Meskipun begitu, C60 tampak sangat jarang di angkasa luar. Ini sangat aneh, karena karbon adalah materi keempat terbanyak di seluruh Alam Semesta (setelah hidrogen, helium, dan oksigen).
Selain itu, C60 terbukti sangat mudah diciptakan di laboratorium-laboratorium di Bumi. Sekarang, setelah banyak dilakukan pengamatan, misterinya telah terpecahkan: molekul karbon istimewa ini hanya terbentuk di bagian-bagian kosmos yang sangat kaya akan karbon dan di tempat angin kuat bertiup dari sebuah bintang aktif di dekatnya, untuk membantu pembentukan atom.
Fakta Menarik: Karbon sangat penting bagi kehidupan di Bumi—atom-atom ini ditemukan di dalam tubuh semua organisme hidup. Jadi, aneh bukan, jika terlalu banyak karbon di atmosfer bisa berbahaya bagi kita—sekarang, ini adalah penyebab terbesar pemanasan global! Berton-ton karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas. Ini mengubah iklim kita secara dramatis. Jadi, ikutlah berperan dalam pencegahannya, pastikan agar kau tidak membuang-buang energi yang tidak perlu: matikan peralatan elektronikmu jika sedang tidak digunakan, mendaur ulanglah, dan kendarai sepedamu ke sekolah!

Senin, 11 Maret 2013

Misteri Kehidupan Sesudah Mati Si Bintang Raksasa

Misteri Kehidupan Sesudah Mati Si Bintang Raksasa
Bintang neutron adalah inti yang ultra-padat, sisa kehidupan bintang raksasa yang mengakhiri hidupnya dengan ledakan. Dalam ledakan itu, lapisan luar bintang terlontar, tetapi materi di pusat bintang runtuh ke dalam sehingga terbentuklah bola materi yang sangat mampat. Akhirnya, kita dapatkan objek termampat di alam semesta selain lubang hitam: bintang neutron.
Gugus bola 47 Tucanae, terletak sekitar 15.000 tahun cahaya di tepi Galaksi Bima Sakti.. Kredit: NASA/CXC/Michigan State/A.Steiner
Gugus bola 47 Tucanae, terletak sekitar 15.000 tahun cahaya di tepi Galaksi Bima Sakti.. Kredit: NASA/CXC/Michigan State/A.Steiner
Foto baru ini menunjukkan sekelompok bintang yang disebut gugus bola. Gugus bintang ini merupakan sebagian dari objek-objek tertua di ruang angkasa, hampir seumur dengan alam semesta itu sendiri. Artinya, banyak bintang anggota gugus itu yang telah bertahan hidup. Bintang-bintang raksasanya telah lama meledak, meninggalkan beberapa bintang neutron.
Dengan mengamati sebuah bintang neutron, bersama dengan beberapa bintang neutron lainnya, para astronom menemukan hubungan antara massa bintang (seberapa banyak materi yang dipunyai bintang) dengan ukurannya.
Data baru menunjukkan bahwa sebuah bintang neutron yang massanya sama dengan atau setengah dari massa Matahari, akan berdiameter 12 km. Itu sekitar jarak Bandung-Sumedang. Dengan begitu banyak materi yang termampat di dalam ruang yang demikian kecil, bintang neutron tentunya objek yang luar biasa padatnya. Tekanan di pusat bintang lebih dari 10 trilyun trilyun kali tekanan yang diperlukan untuk membentuk berlian di Bumi.
Fakta menarik: Bintang neutron begitu termampatkan sehingga bentuknya nyaris bulat sempurna. ‘Gunung’ tertinggi yang mungkin ada di permukaannya hanya akan setinggi 5 milimeter.
Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Sabtu, 02 Maret 2013

Selamat, Planet Telah Lahir!

Selamat, Planet Telah Lahir!

Ketika seorang wanita mengandung, ia mungkin akan meminta dokter untuk melakukan USG. Dokter akan melihat si calon jabang bayi di dalam perut sang ibu. Para astronom melakukan hal yang sama seperti si dokter pada bintang. Dan itu tidak disengaja! Sewaktu mengamati piringan gas di sekeliling bingang, mereka terkejut saat melihat ada bayi planet tumbuh di dalamnya. Untuk pertama kalinya sebuah planet berhasil diamati pada usia yang sangat dini. Gambar ini mengilustrasikan bagaimana kira-kira wujud si planet.
Ilustrasi planet yang sedang bertumbuh di sistem bintang HD 100546. Kredit: ESO
Ilustrasi planet yang sedang bertumbuh di sistem bintang HD 100546. Kredit: ESO
Astronom menyebut planet-planet di luar Tata Surya kita dengan istilah exoplanet. Pencarian exoplanet merupakan salah satu topik menarik di dunia astronomi saat ini. Hingga saat ini sekitar 850 exoplanet telah ditemukan, namun bisa memotretnya secara langsung sangatlah jarang terjadi. Hal ini disebabkan karena planet terlampau redup daripada bintang dan tenggelam dalam terangnya cahaya bintang. Hal ini bisa dibayangkan seperti misalnya jika kalian berusaha melihat pesawat melintas di depan Matahari yang bersinar terang-benderang.
Bintang muda ini telah diketahui mempunyai sebuah planet yang mengelilinginya pada jarak sejauh 6 kali lipat jarak Bumi ke Matahari. Nah, planet yang baru ini berada pada jarak 10 kali lipat jauhnya. Si planet ini masih sangat muda tapi tidak kecil sama sekali. Para astronom memperkirakan ukurannya hampir sama dengan Jupiter, yang sanggup memuat 1.000 Bumi.
Para astronom menduga kalau planet-planet raksasa tumbuh berkembang dengan cara menangkap gas dan debu yang tersisa setelah pembentukan bintang. Hasil pengamatan yang baru mendukung dugaan ini: si planet berada jauh di dalam piringan materi yang mengelilingi bintang, dan ada banyak lokasi tempat planet dan bintang masih berinteraksi langsung.
Fakta menarik: Exoplanet terbesar yang pernah ditemukan diberi nama CD-35 2722. Planet raksasa ini lebih besar 10.000 kali lipat daripada Bumi.

Minggu, 24 Februari 2013

Menyelidik Supernova

Menyelidik Supernova

 
Seperti sang detektif terkenal Sherlock Holmes, para astronom harus lihai memecahkan teka-teki puzzle dengan menyusun petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti. Ketika para astronom yang menggunakan Observatorium Sinar-X Chandra menemukan sisa-sisa supernova yang berbentuk ganjil dan berantakan ini, mereka tahu, sesuatu yang ganjil telah terjadi. Setelah meneliti data dan memikirkan seluruh kemungkinan lain, para astronom menyadari bahwa mereka mungkin telah menemukan suatu rahasia gelap mengintai di dalam gambar ini—sebuah lubang hitam muda!
Ledakan-ledakan supernova yang membuat bintang-bintang masif porak-poranda biasanya melontarkan materi secara merata ke segala arah dan meninggalkan suatu gelembung simetris (yang kedua sisinya sama). Namun, dalam supernova ini, materi dari kutub utara dan selatan bintang (ya, bintang-bintang memiliki kutub-kutub juga!) dilontarkan keluar lebih cepat daripada di tempat-tempat lain. Sisa-sisa yang akhirnya berbentuk tong memberikan petunjuk pertama pada para astronom, bahwa kehidupan bintang ini berakhir dengan cara yang tidak biasa.
Biasanya, ketika sebuah bintang mengalami tahap supernova, inti yang tersisa dimampatkan menjadi sebuah bola kecil yang disebut sebuah bintang neutron. Biasanya, bintang-bintang neutron memancarkan radiasi sinar-X, yang bisa difoto oleh para astronom menggunakan teleskop-teleskop khusus. Namun, penelitian data yang saksama menunjukkan bahwa tidak ada radiasi sinar-X atau bukti lain keberadaan sebuah bintang neutron. Artinya, suatu objek yang jauh lebih eksotis mungkin terbentuk saat ledakan itu—sebuah lubang hitam! Jika terbukti benar, ini adalah lubang hitam termuda yang diketahui di seluruh penjuru Galaksi kita, dengan usia baru 27.000 tahun!

Fakta Menarik: Dalam astronomi, kita menyebut semua materi yang lebih berat daripada hidrogen dan helium sebagai “logam”. Semua “logam” ini terkubur jauh di dalam bintang-bintang. Ketika sebuah bintang mati, logam-logamnya berhamburan kembali ke angkasa untuk membentuk bintang-bintang baru atau planet-planet, atau bahkan manusia!

Sabtu, 23 Februari 2013

Hmmm, Gambar ini Mencurigakan, Deh!

Hmmm, Gambar ini Mencurigakan, Deh!

Astronomi merupakan kunci untuk membuka rahasia alam semesta, bukan sekedar memotret foto-foto keren. Yah, walaupun tentunya kita menikmati foto-foto yang indah. Foto mengagumkan ini, yang dinamai Nebula Lobster, berhasil diperoleh ketika diadakan survey besar-besaran menggunakan teleskop VISTA. Survey ini dilakukan untuk memetakan bentuk Galaksi kita, yaitu Bima Sakti, dan membantu kita untuk mengetahui bagaimana proses pembentukannya.
Foto ini menunjukkan area di langit yang berisi awan gas dan sebaran garis-garis debu gelap, yang disebut nebula. Di dalam awan ini bersemayam bintang-bintang yang bersinar terang dan berwarna biru keputihan jika dilihat dalam cahaya tampak. Tetapi, VISTA mengamati langit dalam cahaya inframerah, jenis cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata kepala kita. Jika dilihat dengan cahaya tampak (jenis cahaya yang bisa dilihat oleh mata kepala kita), nebula ini tampak berbeda sama sekali. Coba lihatlah di sini, dan kalian akan mengerti mengapa awan ini kadang-kadang dijuluki Nebula Lobster.
Titik cahaya terang yang kalian lihat agak di tengah-tengah foto adalah Pismis 24-1. Dalam kurun waktu yang lama, astronom meyakini bintang ini adalah bintang paling masif selangit, sekitar 300 kali lipat massa Matahari. Kemudian mereka menyadari bahwa bintang itu ternyata bukan bintang tunggal, melainkan tiga buah bintang raksasa yang bersinar terang. Meskipun demikian, ketiga bintang tersebut tetap termasuk di antara bintang-bintang termasif di Galaksi kita.
Fakta menarik: Sebagian ilmuwan menduga 2 dari 3 bintang merupakan sitem bintang majemuk, seperti halnya Pismis 24-1. Benar atau tidaknya tidaklah mudah dipastikan, sebab memisahkan bintang-bintang yang sangat berdekatan itu sulit sekali. Tetapi, telah diketahui bahwa setengah dari sistem-sistem bintang yang terdekat dengan Matahari bahwa merupakan sistem bintang majemuk.
 
Back To Top