Apasihitu

Pengertianya adalah blog berbentuk magazine yang di didalamnya berisi hal hal dan tips trik menarik seputar pengertian, astronomi, sains, cinta, arkeologi, inspirasi, motivasi,tutorial photoshop, tutorial blogger, dan masih banyak lagi yang menarik dan bermanfaat lainya.

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2013

Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013

Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013


Gerhana bulan pertama dalam musim gerhana tahun 2013 akan dimulai pada tanggal 26 April 2013 dengan Gerhana Bulan Sebagian. Rangkaian gerhana di sepanjang tahun 2013 akan dilanjutkan dengan Gerhana Matahari 11 Mei, Gerhana Bulan Penumbral 25 Mei, Gerhana Bulan penumbral 19 Oktober dan diakhiri dengan Gerhana Matahari Hybrid tanggal 3 November 2013.
Dari tiga gerhana bulan yang terjadi di tahun 2013, masyarakat Indonesia hanye berkesempatan untuk bisa menikmati Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang akan terjadi tanggal 26 April. Gerhana Bulan Sebagian tersbut akan dapat dinikmati sambil begadang menunggu fajar menyingsing karena ia akan dimulai tengah malam dan berakhir ketika Matahari akan bersiap-siap bangun dari peraduannya.
Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana Bulan terjadi sebagai akibat pergerakan Matahari – Bumi – Bulan.  Bulan berputar terhadap dirinya sendiri dan bergerak mengelilingi Bumi. Dan, bersama Bumi, keduanya bergerak mengelilingi Matahari.
gerhana Bulan Sebagian tahun 2000. Kredit: Fred Espenak
gerhana Bulan Sebagian tahun 2000. Kredit: Fred Espenak
Dalam pergerakan itu, ada kalanya Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari sehingga menghalangi cahaya matahari ke Bumi sehingga terjadilah gerhana Matahari. Tapi di saat yang lain Bulan akan berada “di belakang Bumi” dan kini giliran Bumi yang berada di antara Bulan dan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak menerima cahaya Matahari karena dihalangi Bumi sehingga terjadilah gerhana Bulan.
Skema terjadinya Gerhana Bulan. Kredit: MrEclipse/ Fred Espenak
Skema terjadinya Gerhana Bulan. Kredit: MrEclipse/ Fred Espenak
Gerhana Bulan biasanya terjadi ketika Bulan Purnama ketika Matahari – Bumi – Bulan berada pada posisi sejajar.  Tapi, tidak setiap Bulan Purnama gerhana Bulan akan terjadi. Ini dikarenakan orbit Bulan yang memiliki kemiringan 5º terhadap orbit Bumi.
Ketika terjadi gerhana, Bulan akan memasuki bayangan Bumi yang kalau diamati memiliki dua komponen kerucut.  Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra dimana Bumi mengahalangi hanya sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan. Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra atau yang disebut umbra merupakan area dimana Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.
Fase Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013. Kredit: NASA
Fase Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013. Kredit: NASA
Gerhana Bulan Sebagian Terjadi ketika Bulan hanya melintasi area bayangan penumbra. Gerhana Bulan pertama di tahun 2013 akan terjadi ketika Bulan sedang berada di titik naik di selatan Virgo, atau sekitar 12º di timur Spica. Tapi jangan mengharapkan ada sebagian Bulan yang tertutup karena untuk Gerhana BUlan 26 April nanti, hanya secuil Bulan yang akan mengalami gerhana sebagian.
Siklus Saros 112
Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013 merupakan bagian dari Seri Saros 112, yang terdiri dari rangkaian 72 gerhana yakni :
7 gerhana penumbral
21 gerhana sebagian
5 gerhana total
22 gerhana sebagian
7 gerhana penumbral.
Siklus Saros merupakan periode terjadinya gerhana Bulan ataupun gerhana Matahari yang memiliki geometri yang sama dalam dan terjadi dalam rentang waktu 18 tahun 11 hari 8 jam. Ketika dua gerhana terjadi dalam satu periode Saros, mereka akan terjadi pada titik yang sama dengan Bulan berada pada jarak yang hampir sama dari Bumi dan di waktu yang sama di tahun tersebut. Kesamaan inilah yang kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan gerhana dalam satu keluarga atau satu rangkaian. Dalam satu seri saros terdapat lebih dari 70 gerhana bulan dimana satu seri Saros akan berakhir dalam rentang 12 – 15 abad.
Gerhana Bulan yang ada di seri Saros 112 terjadi saat Bulan berada pada titik naik dan bergerak ke arah selatan dalam setiap gerhana. Seri Saros 112, dimulai oleh Gerhana Bulan Penumbral dekat tepian penumbra pada tanggal 20 Mei 0859 dan berakhir dengan gerhana penumbral 12 Juli 2139 di tepi selatan penumbra.
Total durasi seri Saros 112 adalah 1280,14 tahun
Tahapan Gerhana
Secara keseluruhan, durasi gerhana 26 April 2013 akan berlangsung selama 04 jam 34 menit dan 42 detik. Dan waktu terjadinya gerhana sebagian kurang dari 27 menit dengan kecerlangan 0,0147. Waktu kontak antara Bulan dengan Bumi akan dimulai dengan Bulan memasuki bayangan Bumi dengan tahapan waktu:
Waktu Indonesia Bagian Barat
Awal Gerhana Penumbral : 01:03:38 wib
Awal Gerhana Sebagian : 02:54:08 wib
Puncak Gerhana :  03:07:30 wib
Akhir Gerhana Sebagian : 03:21:02 wib
Akhir Gerhana Penumbral: 05:51:02 wib
Waktu Indonesia Bagian Tengah
Awal Gerhana Penumbral : 02:03:38 wita
Awal Gerhana Sebagian : 03:54:08 wita
Puncak Gerhana :  04:07:30 wita
Akhir Gerhana Sebagian : 05:21:02 wita
Akhir Gerhana Penumbral : 06:51:02 wita
Waktu Indonesia Bagian Timur
Awal Gerhana Penumbral : 03:03:38 wit
Awal Gerhana Sebagian : 04:54:08 wit
Puncak Gerhana :  05:07:30 wit
Akhir Gerhana Sebagian : 06:21:02 wit
Akhir Gerhana Penumbral : 07:51:02 wit
Peta pengamatan Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013. Kredit: Fred Espenak / NASA
Peta pengamatan Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013. Kredit: Fred Espenak / NASA
GBS 26 April akan dapat dinikmati secara keseluruhan dari awal sampai akhir oleh pengamat di Eropa Timur, Afrika, Asia Tengah dan Australia Barat. Pada saat puncak gerhana, Bulan akan berada di zenith atau tepat di atas kepala untuk para pengamat di timur Madagaskar. Sementara untuk pengamat di bagian timur Amerika Selatan akan menikmati gerhana yang terbit bersama dengan Bulan. Sayangnya penduduk Amerika Utara tidak akan dapat melihat gerhana bulan sebagian tersebut.
Indonesia bagian barat termasuk cukup beruntung karena seluruh proses gerhana dapat disaksikan sementara untuk Indonesia Tengah dan Timur, gerhana masih berlangsung ketika Bulan terbenam. Di malam yang sama ketika sedang menikmati Gerhana Bulan Sebagian, kamu juga bisa menikmati planet Saturnus.

Rabu, 24 April 2013

PLANET TERJAUH DARI BINTANGNYA BERPOTENSI "LAYAK HUNI"

Ilustrasi


Astronesia-Peneliti dari Pennsylvania State University (USA) meneliti tentang zona layak huni (habitable zone) di luar angkasa untuk planet bertipe Bumi. Menggunakan penelitian yang berkaitan dengan molekul air dan karbondioksida, peneliti menyimpulkan bahwa planet masih tetap dapat berpotensi "layak huni" ketika ia jauh dari matahari.

Dilansir Spacedaily, Selasa (12/2/2013), penelitian ini penting untuk merencanakan proyek masa depan untuk mencari planet ekstrasolar. Namun tampaknya peneliti masih terkendala pada teknologi, karya penulis, serta kritik mengenai penelitian tersebut.

Salah satu poin pendorong untuk pencarian planet di luar sistem tata surya ialah bergantung pada apa yang peneliti telah temukan saat ini. Jumlah planet asing ini, yang biasa disebut "dunia baru" telah tumbuh secara cepat.

Hampir 700 objek diidentifikasi sebagai exoplanet di sekitar bintang. Lebih dari 2.000 kandidat, ditemukan melalui bantuan teleskop luar angkasa Kepler.

Posisi planet yang disebut "zona layak huni", menjadi kriteria seleksi. Zona tersebut merupakan wilayah luar angkasa di sekitar bintang, di mana planet dari massa Bumi dan komposisi serupa atmosfer (nitrogen, air, karbondioksida) bisa memunculkan zat cair di permukaannya.

Ilmuwan mengatakan, tidak ada zat cair di permukaan dari dua planet terdekat Bumi, yakni Venus dan Mars. Tidak hanya temperatur bintang, tetapi juga komposisi dan properti atmosfer mempengaruhi batasan zona layak huni.

Penelitian ini juga menggunakan data dari jarak antara Bumi dengan Matahari, yaitu 1,5 juta kilometer. Tim peneliti dari Pennsylvania State University, NASA, Washington University dan University of Bordeaux meragukan model penelitian sebelumnya di 1993.

Model sebelumnya meramalkan bahwa perbatasan zona layak huni internal dan eksternal dari Matahari, berada di antara 0,95 dan 1,67 unit astronomi. Peneliti saat ini ingin memperbarui ketidakakuratan ini, dengan menggunakan data penyerapan radiasi solar.

Sumber:Okezone.com

Senin, 22 April 2013

Planet Laik Huni Terkecil di Sistem Kepler

Planet Laik Huni Terkecil di Sistem Kepler



Ada planet laik huni yang ditemukan! Berita baik ini datang dari misi Kepler NASA yang mengumumkan dua sistem keplanetan yang berhasil ditemukan oleh Wahana Kepler. Di antara planet-planet yang mengitari bintang-bintang tersebut terdapat tiga planet laik huni berukuran Bumi Super yang berada di zona laik huni bintang. Artinya, planet yang berada di zona tersebut bisa memiliki air dalam wujud cair yang bisa menopang tumbuh kembangnya kehidupan. Air di zona laik huni bintang bisa berwujud cair karena di zona tersebut suhu permukaan planet cocok untuk keberadaan air dalam wujud cair atau seperti di Bumi bisa ada lautan.
Ilustrasi sistem Kepler 62. Kredit: David A. Aguilar (CfA)
Ilustrasi sistem Kepler 62. Kredit: David A. Aguilar (CfA)
Karena kehidupan di Bumi itu membutuhkan air sebagai syarat utama tumbuh kembangnya kehidupan maka dicarilah planet yang berada di zona laik huni bintang dimana di permukaan planet air bisa berwujud cair. Inilah yang dilakukan oleh Wahana Kepler dalam mencari kandidat planet di bintang-bintang lain di area rasi Cygnus – Lyra.
Dalam penemuannya kali ini, Wahana Kepler berhasil melihat keberadaan sistem keplanetan yang mengitari bintang Kepler 62 dan Kepler 69. Keduanya memiliki sistem multi planet yang artinya masing-masing bintang tersebut dikitari oleh lebih dari satu buah planet.
Sistem Kepler-62 yang dilihat Wahana Kepler memiliki lima buah planet yakni 62b, 62c, 62d, 62e, dan 62f sementara sistem keplanetan pada Kepler-69 memiliki dua buah planet yakni 69b dan 69c. Menariknya lagi Kepler 623, 62f dan 69c merupakan planet berukuran Bumi Super.
Kehadiran sistem Kepler-62 dan Kepler-69 sekaligus menandai dikonfirmasinya 861 exoplanet yang sudah ditemukan. Dari exoplanet yang sudah ditemukan, saat ini tercatat 9 planet di antaranya merupakan planet berpotensi sebagai planet laik huni dan masih ada lebih dari 18 planet berpotensi laik huni yang dilihat Kepler yang sedang menunggu giliran untuk dikonfirmasi keberadaannya. Selain itu, dalam pencarian extrasolar planet, tidak hanya exoplanet yang berhasil ditemukan dan diduga berada di zona laik huni bintang.  Saat ini diyakini terdapat 25 exobulan yang berpotensi laik huni juga.  Exobulan merupakan satelit penggiring bagi exoplanet yang berada di bintang lain.
Wahana Kepler memang melihat banyak sekali obyek yang berpotensi menjadi planet. tapi semuanya dimasukkan dalam kategori kandidat planet atau kandidat planet laik huni kalau si obyek diduga berada di zona laik huni planet. Status obyek akan naik kelas menjadi exoplanet yang dikonfirmasi setelah data yang diperoleh Kepler diamati lebih lanjut oleh para astronom menggunakan teleskop landas Bumi maupun teleskop landas angkasa lainnya untuk mengkonfirmasi kalau obyek yang dilihat memang sebuah planet.
Sistem Kepler-62
Lima buah planet ditemukan bintang Kepler-62 yang merupakan bintang katai K2 yang ukurannya hanya dua per tiga ukuran Matahari dan kecerlangannya hanya satu per lima kecerlangan Matahari. Bintang Kepler-62 yang tergolong bintang katai oranye ini memiliki massa 0,69 massa Matahari dan berada pada jarak 1200 tahun cahaya dari Bumi dengan temperatur 4925 K dan zona laik huni yang merentang dari 0,45 – 0,85 AU.
Bintang kelas K atau katai oranye memang menjadi salah satu target pencarian potensi kehidupan di planet-planet yang ada di bintangnya karena bintang katai oranye memiliki rentang hidup di deret utama cukup lama antara 15 – 30 juta tahun dibanding Matahari yang berada di deret utama hanya 10 juta tahun. Semakin lama bintang di Deret Utama atau di tahap pembakaran hidrogen menjadi helium maka kemungkinan bagi sebuah planet untuk membentuk kehidupan dan berevolusi jadi lebih besar. karena waktu yang panjang bisa memberi waktu bagi kehidupan untuk berevolusi di planet batuan yang di bintang-bintang kelas ini.
Perbandingan sistem Kepler-62 dan Tata Surya. Kredit:  NASA Ames/JPL-Caltech
Perbandingan sistem Kepler-62 dan Tata Surya. Kredit: NASA Ames/JPL-Caltech
Dari lima exoplanet yang ditemukan di Sistem Kepler-62, dua di antaranya berada di zona laik huni bintang. Keduanya adalah Kepler-62e dan 62f yang mengorbit pada jarak 0,427 AU dan 0,718 AU dan tergolong planet Bumi Super jika dilihat dari ukurannya.
Exoplanet Kepler 62e berada pada tepi dalam zona laik huni bintang, memiliki ukuran 60 persen lebih besar dari Bumi sementara planet Kepler-62f ukurannya hanya 40 persen lebih besar dari Bumi atau dengan kata lain ukuran Kepler 62e dan 62f itu 1,6 dan 1,4 kali ukuran Bumi.
Kedua planet di Sistem Kepler-62 diduga memiliki air dengan planet Kepler-62e yang bergerak mengelilingi bintangnya dalam setiap 122 hari merupakan planet air. Sementara itu, planet Kepler-62f yang mengorbit bintang dalam 267 hari diduga merupakan planet batuan seperti halnya Bumi. Dalam sistem Kepler-62, planet 62e merupakan planet laik huni pertama yang ditemukan dalam sistem dan planet 62f ditemukan kemudian oleh Eroc Algol dari University of Washington.
Kedua planet tersebur bersama tiga planet lainnya di sistem Kepler-62 memang diketahui ukurannya, namun massa masih belum diketahui. Tiga planet lainnya di sistem Kepler-62 mengorbit pada jarak yang sangat dekat dengan bintang induknya.  Dari ketiga planet tersebut, dua di antaranya memiliki ukuran lebih besar dari Bumi dan satu planet seukuran Mars.  Kepler-62b, Kepler-62c dan Kepler-62d mengorbit bintang induk dalam waktu 5, 12 dan 18 hari menjadikan ketiganya sebagai planet super panas yang tidak akan cocok untuk memiliki kehidupan jika kehidupan itu sama seperti yang kita kenal di Bumi.
Sistem Kepler-69
Selain sistem Kepler-62, Wahana Kepler juga mengumumkan keberadaan dua planet yang mengitari bintang Kepler-69 yang berada pada jarak 2700 tahun cahaya dari Bumi di rasi Cygnus.  Bintang Kepler-69 merupakan bintang serupa Matahari dengan ukuran 93 persen ukuran Matahari dan massa 0,81 massa Matahari. Bintang yang memiliki kecerlangan 80 persen kecerlangan Matahari tersebut memiliki temperatur yang juga tak beda jauh dari Matahari yakni 5638 K dengan zona laik huni merentang dari 0,62 – 1,10 AU.
Perbandingan Sistem Kepler-69 dan Tata Surya. NASA Ames/JPL-Caltech
Perbandingan Sistem Kepler-69 dan Tata Surya. NASA Ames/JPL-Caltech
Dari dua buah planet yang mengitari Kepler-69, planet Kepler-69c merupakan kandidat planet laik huni karena berada pada rentang zona laik huni bintang pada jarak 0,64 AU.
Ada hal menarik dari Kepler-69c. Planet yang satu ini mengitari bintang induknya dalam waktu 242,46 hari mirip dengan Venus yang mengitari Matahari selama 224, 7 hari.  Exoplanet Kepler-69c juga diketahui memiliki ukuran 70 persen lebih besar dari Bumi atau 1,71 kali radius Bumi menjadikannya exoplanet laik huni yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Akan tetapi, sampai saat diumumkan para astronom belum bisa mengetahui komposisi planet Kepler-69c yang memiliki temperatur 299K tersebut.
Planet lainnya yang berada lebih dekat ke bintang Kepler-69 dalam sistem ini adalah planet Kepler-69b yang berada 0,094 AU dari si bintang. Planet Kepler-69b memiliki ukuran 2,24 ukuran Bumi dengan temperatur 779 K. Dalam perjalanannya, ia mengorbit bintang induknya setiap 13,72 hari.
Perbandingan planet laik huni di Kepler-62, Kepler-69 dan Tata Surya. Kredit: L. Kaltenegger (MPIA)
Perbandingan planet laik huni di Kepler-62, Kepler-69 dan Tata Surya. Kredit: L. Kaltenegger (MPIA)
Kehidupan lain itu…
Mencari kehidupan lain di planet yang bahkan tak akan bisa disentuh dari Bumi dan bahkan tidak bisa dilihat secara langsung oleh mata kita bukanlah perkara mudah. Apalagi ada banyak bintang di alam semesta yang harus di selidiki. Karena itu, para astronom pada awalnya memperkecil area pencarian pada bintang-bintang serupa Matahari. akan tetapi dalam perkembangan, bintang kelas M dan K juga diketahui memiliki sistem keplanetan.
Nah, untuk mencari kehidupan lain di alam semesta, lingkup pencarian diperkecil menjadi planet serupa Bumi dalam ukuran, massa, maupun komposisi. Apalagi contoh kehidupan yang kita ketahui saat ini hanyalah Bumi dimana Matahari merupakan bintang induknya. Maka tentunya syarat yang diterapkan pun harus yang “mirip” Bumi untuk mempermudah pencarian. Karena kehidupan yang kita kenal adalah kehidupan berbasis karbon,
Perbandingan planet laik huni yang sudah ditemukan. Kredit: NASA/Ames/JPL-Caltech
Perbandingan planet laik huni yang sudah ditemukan. Kredit: NASA/Ames/JPL-Caltech
Maka bisa dikatakan mencari planet serupa Bumi itu seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami. Apalagi saat awal penemuan planet extrasolar, instrumentasi belum mendukung untuk menemukan planet batuan yang kecil.
Saat ini, Wahana Kepler punya kemampuan yang baik dalam melakukan pengamatan planet-planet batuan yang kecil. Tapi itupun tidak langsung bisa dilihat. Planet itu ukurannya sangat kecil. Jika bintang di kejauhan saja hanya tampak seperti titik, bagaimana dengan planet yang ukurannya super kecil dibanding bintang? Karena itu Wahana Kepler dalam mencari planet baru menggunakan teknik transit. Dengan cara ini Kepler bisa menemukan keberadaan planet di bintang lain. Yang ia lakukan adalah mengamati perubahan kecerlangan cahaya bintang. Jika ada planet di bintang tersebut, maka suatu saat ketika si planet mengorbit bintang induknya ia akan melintas di depan wajah bintang yang berhadapan dengan Kepler. Pada saat itu, planet yang lewat meskipun snagat kecil ia akan menimbulkan kedipan sekejap pada kecerlangan bintang sehingga bintang tampak meredup sesaat. Dari sinilah Kepler bisa mengidentifikasi apakah ada planet di sebuah bintang.
Tapi mencari sesuatu yang “identik” tidaklah mudah. Saat ini para astronom masih belum bisa mengetahui apakah kehidupan bisa tumbuh dan berevolusi di planet yang baru saja ditemukan Kepler. Akan tetapi, penemuan tersebut merupakan jejak penting untuk melangkah maju dalam pencarian planet laik huni serupa Bumi di bintang lain.

Selasa, 16 April 2013

Ice Cloud Heralds Jatuh di Kutub Selatan Titan

Ice Cloud Heralds Jatuh di Kutub Selatan Titan

Sebuah awan es mulai terbentuk atas Titan kutub selatan adalah tanda terbaru bahwa perubahan musim yang berangkat riam perubahan radikal dalam suasana bulan terbesar Saturnus.Terbuat dari es diketahui, jenis awan telah lama menggantung di atas Titan kutub utara, di mana sekarang memudar, menurut pengamatan yang dilakukan oleh Infrared Spectrometer Gabungan (CIRS) pada pesawat ruang angkasa NASA Cassini."Kami mengasosiasikan jenis tertentu es awan dengan cuaca musim dingin di Titan, dan ini adalah pertama kalinya kami telah mendeteksi di mana saja tapi kutub utara," kata penulis utama studi tersebut, Donald E. Jennings, seorang CIRS Co-Penyidik ​​di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md
Bagian selatan es awan, yang muncul di bagian inframerah jauh dari spektrum cahaya, merupakan bukti bahwa pola yang penting sirkulasi udara global di Titan telah berbalik arah. Ketika Cassini pertama mengamati pola sirkulasi, udara hangat dari belahan bumi selatan sedang naik tinggi di atmosfer dan mendapat diangkut ke kutub utara dingin. Di sana, udara didinginkan dan tenggelam ke lapisan bawah atmosfer, di mana ia membentuk awan es. Pola yang sama, yang disebut sel Hadley, membawa hangat, udara lembab dari daerah tropis bumi dengan lintang menengah dingin.
Berdasarkan pemodelan, para ilmuwan telah lama memprediksi pembalikan sirkulasi ini sekali Titan kutub utara mulai hangat dan kutub selatan yang mulai dingin. Transisi resmi dari musim dingin ke musim semi di Titan kutub utara terjadi pada bulan Agustus 2009. Tetapi karena setiap musim bulan ini berlangsung sekitar Bumi tahun 7-1/2, peneliti masih belum tahu persis dimana pemulihan ini akan terjadi atau berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Tanda-tanda pertama pembalikan datang data yang diperoleh pada awal 2012, yang tak lama setelah awal musim gugur selatan di Titan, saat Cassini gambar dan data spektrometer pemetaan visual dan inframerah mengungkapkan adanya sebuah dataran tinggi "kabut hood" dan berputar pusaran kutub di kutub selatan. Kedua fitur telah lama berhubungan dengan kutub utara dingin. Kemudian, ilmuwan Cassini melaporkan bahwa pengamatan inframerah angin Titan dan suhu yang dibuat oleh CIRS telah memberikan bukti definitif tenggelam udara, daripada upwelling, di kutub selatan. Dengan melihat kembali melalui data, tim mempersempit perubahan sirkulasi dalam waktu enam bulan tahun 2009 equinox.
Meskipun aktivitas baru di kutub selatan, selatan es awan tidak muncul lagi. CIRS tidak mendeteksi sampai sekitar bulan Juli 2012, beberapa bulan setelah kabut dan pusaran yang terlihat di selatan, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters pada bulan Desember 2012.
"Kelambanan ini masuk akal, karena pertama pola sirkulasi baru harus membawa beban dan banyak gas ke kutub selatan. Kemudian udara memiliki tenggelam. Para es harus mengembun. Dan tiang harus berada di bawah bayang-bayang cukup untuk melindungi uap yang mengembun untuk membentuk orang-es, "kata Carrie Anderson, seorang anggota tim CIRS dan Cassini berpartisipasi ilmuwan di NASA Goddard.
Sepintas, selatan es awan tampak meningkat pesat. The utara es awan, di sisi lain, hadir ketika Cassini pertama kali tiba dan telah perlahan-lahan memudar seluruh waktu pesawat ruang angkasa telah mengamatinya.
Sejauh ini, identitas dari es di awan tersebut telah lolos dari para ilmuwan, meskipun mereka telah mengesampingkan bahan kimia sederhana, seperti metana, etana dan hidrogen sianida, yang biasanya dikaitkan dengan Titan. Salah satu kemungkinan adalah bahwa spesies X, karena beberapa anggota tim menyebut es, bisa menjadi campuran senyawa organik.
"Apa yang terjadi di kutub Titan memiliki beberapa analogi ke Bumi dan lubang ozon kita," kata Principal Investigator CIRS, NASA Goddard F. Michael Flasar. "Dan di bumi, es di awan kutub tinggi tidak hanya window dressing: Mereka memainkan peran dalam melepaskan klorin yang menghancurkan ozon Bagaimana ini mempengaruhi Titan Kimia masih belum diketahui Jadi, penting untuk belajar sebanyak yang kita bisa.. tentang fenomena ini, di mana pun kita menemukannya. "
Misi Cassini-Huygens adalah proyek kerjasama NASA, European Space Agency, dan Badan Antariksa Italia. Misi ini dikelola oleh JPL untuk NASA Direktorat Misi Sains, Washington. Tim CIRS berbasis di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md, di mana instrumen dibangun.

Senin, 15 April 2013

Galaksi Bimasakti

Galaksi Bimasakti

Galaksi yang menjadi tempat tinggal kita merupakan salah satu galaksi diantara miliaran galaksi yang ada di lautan alam semesta. Di indonesia khususnya, galaksi tempat tinggal tatasurya kita diberi nama sebagai galaksi bimasakti. Dijepang orang menyebutnya sebagai Ama No Gawa atau yang memiliki makna sungai surga. Lain hal nya Di hungaria, orang hungaria menyebut nya sebagai Hadak Útja yang memiliki makna jalan para pejuang. Dari semua nama yang ada disetiap belahan dunia nama galaksi kita secara internasional diberi nama sebagai Milky Way atau Jalur susu sebagai mana makna dari bahasa latin Via Lactea.
Galaksi bimasakti di foto dengan eksposur 30 detik. Kredit : Eko Hadi G, 2012.
Dikegelapan malam galaksi bimasakti akan tampak seperti kabut maupun awan putih tipis yang bergerak bersama bintang-bintang disekitar nya. Jika kita amati dengan menggunakan teleskop maupun binokuler, kabut putih yang tampak tipis itu merupakan kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak dan saling mengumpul membentuk lengan galaksi hingga pusat galaksi. Oleh para astronom, diperkirakan bintang-bintang yang ada di galaksi bimasakti berjumlah sekitar 200 hingga 400 miliar bintang didalam nya.
Dalam klasifikasi morfologi galaksi oleh hubble, galaksi bimasakti termasuk dalam kategori galaksi spiral batang atau galaksi yang memiliki kode SB(Spiral barred). Dikatakan demikian karena galaksi kita sejati nya memiliki lengan-lengan yang saling menyatu kepusat galaksi layak nya sebuah spiral. Jumlah dari keseluruhan lengan yang dimiliki oleh galaksi bimasakti berjumlah lima lengan diantaranya adalah lengan perseus, lengan norma, lengan Scutum–Centaurus, lengan Carina–Sagittarius dan lengan OrionCygnus. Matahari kita sebagai pusat tatasurya terletak pada lengan OrionCygnus dimana jarak antara pusat galaksi dengan matahari sekitar 27.700 tahun cahaya. 27.700 tahun cahaya memiliki arti bahwa sebuah cahaya saja untuk menempuh jarak mulai dari pusat galaksi hingga sampai dimatahari kita membutuhkan waktu perjalanan sekitar 27.700 tahun dengan kecepatan 299.792.458 m per detik. Dengan semakin majunya perkembangan instrumentasi yang dapat mendukung pengamatan langit maka para astronom diseluruh dunia mencoba untuk mengukur diameter dari galaksi bimasakti dan sebuah hasil yang sangat mengejutkan ternyata diameter  galaksi bimasakti  mencapai 100.000 tahun cahaya dengan ketebalan galaksi sekitar 1000 tahun cahaya. Sebuah Jarak yang amat sangat jauh antara matahari dan galaksi bimasakti.

Diameter dan ketebalan galaksi bimasakti. Kredit : ESO, NASA, Eko Hadi G(Notasi)
Diameter dan ketebalan galaksi bimasakti. Kredit : ESO, NASA, Eko Hadi G(Notasi)
Besar nya gravitasi yang dapat mengikat seluruh lengan yang berisi bintang-bintang hingga kedalam pusat galaksi bimasakti merupakan salah satu akibat dari besar nya gaya gravitasi yang berada pada pusat galaksi. Didalam pusat galaksi inilah terdapat benda langit yang diyakini memiliki gravitasi amat sangat besar yang tak lain adalah supermassive black hole atau lubang hitam supermasif. Lubang hitam supermasif merupakan benda langit yang memiliki massa dan gravitasi yang amat sangat besar. Diperkirakan massa dari lubang hitam supermasif pada pusat galaksi Bimasakti mencapai 4,3 juta kali massa Matahari kita. Sebuah Lubang hitam dapat tercipta ketika runtuhnya gravitasi pada bintang saat ia mengakhiri hidupnya. Apakah matahari kita dapat menjadi sebuah lubang hitam? Tidak, karena massa dari matahari kita tidak cukup untuk memenuhi syarat untuk menjadi lubang hitam.Lubang hitam maupun lubang hitam supermasif tidaklah dapat kita amati menggunakan teleskop visual yang ada karena setiap benda maupun materi yang terhisap masuk kedalam blackhole, ia tidak akan dapat kembali lagi bahkan cahaya yang memiliki sifat dualisme partikel saja tidak dapat lepas saat ia masuk tersedot kedalam blackhole. Nasib dari bintang-bintang maupun materi yang masuk kedalam blackhole sepenuh nya akan diradiasikan menjadi sinar gamma. Namun demikinan tidaklah serta merta semua benda akan “disedot” olehlubang hitamLubang hitam hanya akan menarik benda langit seperti bintang, planet dan materi lainnya bilamana ia memiliki jarak yang sangat dekat dengannya. Misalkan matahari kita yang saat ini kita lihat adalah lubang hitammaka bumi yang mengorbit lubang hitam tidak akan tersedot hingga kemudian diradiasikan menjadi sinar gamma karena jarak antara bumi dan lubang hitam cukup jauh. Namun akan beda cerita mana kala jarak antara lubang hitam sedekat bumi dengan bulan maka potensi untuk tersedot kedalam lubang hitam sangatlah mungkin. Lubang hitam hanya akan menarik dan menyedot materi disekitar nya bilamana jarak materi terlalu dekat dengannya. Lokasi dimana Lubang hitam supermasif bersemayam pada galaksi bimasakti dikenal dengan nama Sagittarius A* (Baca : Sagittarius A Star)




Minggu, 14 April 2013

Segitiga Musim Dingin

Segitiga Musim Dingin

Jika di musim panas kita mengenal trio bintang yang disebut sebagai segitiga musim panas(Deneb, Altair dan Vega), maka di musim dingin kita juga akan mengenal sebuah segitiga bintang yang menjadi penanda dari datang nya musim dingin. Ketiga bintang itu dinamakan sebagai segitiga musim dingin.
Bagi masyarakat di permukaan bumi belahan utara saat musim dingin tiba, dilangit malam akan tampak tiga bintang terang menerangi langit. Mereka adalah sirius, procyon dan betelgeuse. Bila kita mengamati ketiga bintang itu kemudian kita tarik garis lurus dari bintang ke bintang ternyata ketiga bintang itu membentuk sebuah bangun datar yaitu segitiga. Oleh masyarakat bumi belahan utara Sirius, Proyon danbetelgeuse mendapat gelar sebagai bintang segitiga musim dingin.
Ketiga bintang terang yang menjadi bintang segitiga musim dingin, sejatinya merupakan bintang-bintang yang terletak pada rasi bintang yang berbeda dan saling berjauhan. Sebutlah Sirius, sirius berasal dari rasi bintang Canis Mayor atau rasi anjing besar, Procyon berasal dari rasi bintang Canis Minor atau rasi anjing kecil danBetelgeuse berasal dari rasi bintang sang pemburu atau rasi Orion. Jika kita mengamati kembali dan membandingkan Sirius, Procyon dan Betelgeuse dengan bintang-bintang dalam anggota bintang di masing-masing rasi bintang yang mereka miliki ternyata mereka adalah bintang-bintang yang paling terang dalam rasi bintang nya dengan kata lain penamaan bintang berdasarkan Penamaan Bayer maka sirius, procyon dan betelgeuse memiliki awalan nama dengan alfabet yunani “Alpha”.
Sirius si Alpha Canis Majoris
Selain menjadi bintang terang di rasi bintang Canis Mayor, sirius ternyata juga memiliki gelar sebagai bintang paling terang di langit malam dengan manitudo semu nya -1.46. Nama sirius diambil dari bahasa yunani kuno “Seirios” yang artinya “yang menyala-nyala” atau “yang mengagumkan”. Sirius dalam klasifikasi bintang harvard memiliki kelas sebagai bintang kelas A dimana suhu permukaannya diperkirakan mencapai 7.500º hingga 10.000º kelvin jauh lebih panas dibandingkan suhu matahari kita. Sirius adalah salah satu bintang tetangga dekat matahari kita dengan jarak 8,6 tahun cahaya dari bumi kita.
Procyon si Alpha Canis Minoris
Menjadi bintang terang di antara bintang-bintang di rasi bintang Canis Minor, Procyon merupakan bintang yang sedikit lebih dingin dibandingkan sirius dengan suhu kisaran 6.000º hingga 7.500º Kelvin. Dengan kata lain Procyon dalam klasifikasi bintang harvard memiliki kelas sebagai bintang kelas F. Procyon terletak pada jarak 11,46 tahun cahaya dari bumi kita dengan magnitudo semu 0,34 lebih redup ketimbang sirius.
Betelgeuse si Alpha Orionis
Bintang tertua sekaligus paling terang di rasi orion, nama betelgeuse diambil dari bahasa arab “Yad al-Jauza’” yang artinya “tangan al-Jauza”. Betelgeuse dalam klasifikasi bintang masuk dalam kelas M dan ia merupakan bintang maha raksasa dengan warna merah. Dibandingkan dengan matahari kita, betelgeuse 1000 kali lebih besar dari matahari kita dan memiliki jarak dengan bumi kita mencapai 643 tahun cahaya.
Bintang segitiga musim dingin. Sumber : Eko Hadi G, 2013

Jumat, 12 April 2013

Pelahap Maut Baru Saja Bangun

Pelahap Maut Baru Saja Bangun

Beberapa minggu lalu para astronom terheran-heran saat melihat sebuah lubang hitam terbangun dari tidur panjangnya (puluhan tahun lamanya!) dan mulai menikmati sarapannya. Sarapannya tentu bukan roti atau semangkuk sereal, melainkan  sebuah Jupiter-super! Jupiter-super merupakan objek yang jauh lebih besar daripada Jupiter (planet terbesar di Tata Surya kita), tetapi tidak cukup besar untuk menjadi bintang. Jupiter-super yang dijadikan sarapan lubang hitam tadi 30 kali lebih besar dari Matahari. Bayangkan, Jupiter sendiri saja cukup untuk menampung 1300 Bumi!
Lubang Hitam si pemangsa. Kredit: ESA
Lubang Hitam si pemangsa. Kredit: ESA
Begini kejadiannya: pada suatu malam sekelompok astronom dari Badan Antariksa Eropa (ESA) tengah melakukan pengamatan ketika cahaya sinar-x yang misterius tiba-tiba muncul di layar monitor. Didorong oleh rasa ingin tahu darimana asal cahaya misterius tadi berasal, mereka menyusuri jejak asalnya.  Ternyata cahaya tadi berasal dari pusat galaksi NGC 4845. Galaksi ini kerap diamati, tapi pada malam itu ia bersinar 1.000 kali lebih terang daripada biasanya.
Cahaya itu muncul dari materi yang terpanaskan di sekeliling lubang hitam di pusat galaksi, ketika si lubang hitam mencabik-cabik mangsanya dan siap melahapnya. Lubang hitam di pusat galaksi NGC 4845 diperkirakan bermassa sekitar 300.000 kali lipat massa Matahari. Ia juga senang bermain-main dengan makanannya: selama 2-3 bulan ia bercanda dengan mangsanya sebelum melahap sepersepuluh materi dari mangsanya.
Kalian bisa melihat simulasi kejadian itu di sini.
Fakta menarik: Ada batas tertentu di sekeliling lubang hitam dan dinamakan event horizon. Pada batas ini, segala sesuatu, bahkan cahaya, pasti menuju lubang hitam. Pokoknya kalau kalian melewati event horizon tadi, kalian tidak akan bisa lolos.

Selasa, 09 April 2013

Yuk Mengenal Rasi Bintang Canis Major

Yuk Mengenal Rasi Bintang Canis Major

Canis Major didominasi oleh bintang Sirius, yang populer disebut Bintang Anjing, paling cemerlang bintang di seluruh langit, hampir pasti konstelasi berasal dengan bintang ini saja. Aratus disebut Canis Major sebagai penjaga-anjing Orion, menyusul pada tumit tuannya dan berdiri di atas kaki belakangnya dengan Sirius dibawa dalam rahangnya. Manilius menyebutnya "anjing dengan wajah menyala". Canis Mayor tampaknya menyeberangi langit dalam mengejar kelinci, diwakili oleh konstelasi Lepus bawah kaki Orion.
Canismajor2.jpg

Canis Major, dengan Sirius menandai moncongnya, ditampilkan dalam
Uranographia Johann Bode (1801). Yunani Klasik
deskripsi, meskipun, ditempatkan Sirius di rahang anjing itu.


Mitologi seperti Eratosthenes dan Hyginus mengatakan bahwa konstelasi diwakili Laelaps, anjing begitu cepat bahwa tidak ada mangsa yang bisa menghindarinya. Anjing ini memiliki daftar panjang pemilik, salah satunya adalah Procris, putri Raja Erechtheus Athena dan istri Cephalus, tapi account berbeda tentang bagaimana dia datang itu. Dalam salah satu versi anjing itu diberikan kepadanya oleh Artemis, dewi perburuan, tetapi rekening lebih mungkin mengatakan bahwa itu adalah anjing yang diberikan oleh Zeus ke Europa, yang putranya Minos, Raja Kreta, memberikannya kepada Procris.Anjing itu disajikan kepadanya bersama dengan lembing yang tidak pernah bisa kehilangan, ini ternyata menjadi hadiah yang beruntung, baginya Cephalus suaminya sengaja membunuhnya dengan itu saat keluar berburu.

Cephalus mewarisi anjing, dan membawanya bersamanya ke Thebes (tidak Thebes di Mesir tetapi sebuah kota di Boeotia, utara Athena) di mana rubah setan yang melanda pedesaan. Rubah begitu deras dari kaki yang ditakdirkan untuk tidak pernah tertangkap - namun Laelaps anjing itu ditakdirkan untuk menangkap apa pun dikejar. Berangkatlah mereka, hampir lebih cepat dari mata bisa mengikuti, anjing tak terhindarkan dalam mengejar rubah uncatchable. Pada satu saat anjing tampaknya memiliki mangsanya dalam genggaman, tapi hanya bisa menutup rahang pada udara tipis seperti rubah berlari di depan lagi. Tidak akan ada resolusi paradoks semacam itu, sehingga Zeus ternyata mereka berdua untuk batu, dan anjing yang ditempatkan di angkasa sebagai Canis Major, tanpa rubah.

Sirius, bintang anjing menyilaukan
Nama bintang Sirius berasal dari kata Yunani seirius (Σείριος) yang berarti 'membakar' atau 'terik', sangat sesuai untuk sesuatu yang begitu brilian. Pada zaman Yunani yang meningkat saat fajar sebelum Matahari menandai dimulainya bagian terpanas musim panas, waktu itu maka dikenal sebagai Dog Days. "Ini menyalak balik api dan ganda panas pembakaran Matahari ', kata Manilius, mengungkapkan keyakinan yang dipegang oleh orang Yunani dan Romawi bahwa bintang memiliki efek pemanasan. Kuno penulis Yunani Hesiod menulis tentang 'kepala dan anggota tubuh terkuras habis oleh Sirius', dan Virgil di Georgics  mengatakan bahwa "panas terik Bintang Anjing retak bidang '.

Meskipun nama Sirius dikenal Hesiod, Ptolemy di Almagest menyebutnya hanya 'Anjing', menggambarkannya sebagai 'bintang di mulut'. Namun, Johann Bayer dalam bukunya UranometriaBintang atlas ditempatkan tidak di mulut tetapi di moncong anjing. Dia diikuti ini dengan Bode di Uranographia, Meskipun tidak dengan Hevelius atau klasik yang benar Flamsteed .

Germanicus Caesar ditentukan efek bahwa meningkatnya Sirius dengan Matahari seharusnya memiliki. Tanaman sehat memperkuat, tetapi mereka dengan daun layu atau akar lemah membunuh. "Tidak ada bintang petani menyukai lebih atau membenci lebih ', menurut Germanicus.

'Hampir itu kalah dengan Matahari, kecuali bahwa tempat tinggal adalah jauh', menulis Manilius, mengantisipasi pandangan modern bahwa bintang adalah badan-badan seperti Matahari hanya jauh lebih jauh. Namun, pertentangan dengan efek pemanasan seharusnya Sirius, Manilius melanjutkan: 'The balok diluncurkan dari wajah biru langit yang dingin'. Deskripsi dari warna Sirius ini berbeda dengan referensi mengejutkan Ptolemy itu sebagai kemerahan, yang telah menyebabkan segala macam argumen.

Bahkan, Manilius hampir benar, untuk Sirius adalah bintang biru-putih, lebih besar dan lebih terang dari Matahari. Itu terletak 8,6 tahun cahaya, membuatnya menjadi salah satu tetangga terdekat matahari. Memiliki kerdil pendamping bintang putih, terlihat hanya melalui teleskop, yang mengorbit setiap 50 tahun.

Ptolemy terdaftar 11  sebagai tergeletak di sekitar konstelasi tetapi tidak membentuk bagian dari itu. Dari jumlah tersebut, sembilan kemudian digunakan oleh Petrus Plancius untuk menciptakan konstelasi baru, Columba, burung merpati, satu dipindahkan ke Monoceros, dan satu akhirnya tergabung dalam Canis Major.

Asosiasi Cina
Astronom Cina tahu Sirius sebagai Tianlang , 'langit wolf', atau hanya Lang , 'serigala'; itu dikatakan melambangkan invasi dan penjarahan. Bintang lainnya dari Canis Major memberikan ilustrasi yang baik bagaimana rasi Cina dapat dibangun ulang oleh peramal yang berbeda / astronom. Ambil Junshi , misalnya, mewakili pasar bagi tentara untuk membeli ketentuan dan barter barang. Dalam satu versi, ini adalah sebuah cincin dari 13, termasuk Nu dan Xi Canis Majoris, memperluas ke Lepus masa kini. Pada pusatnya adalah Yeji , pheasant, diwakili oleh Beta Canis Majoris (Mirzam). Tapi interpretasi alternatif mengidentifikasi burung sebagai Nu-2 Canis Majoris, dengan Beta salah satu cincin 6 (tidak 13) bintang yang membentuk Junshi .

Kelenturan yang sama dapat dilihat dalam kasus Hushi , busur dan anak panah. Dalam satu penggambaran busur, Hu , diwakili oleh busur bintang dari Kappa via Epsilon, Sigma, dan Delta Tau Canis Majoris ke Xi Puppis. Sebuah baris dari Eta melalui Delta Omicron-2 Canis Majoris adalah Shi , panah, menunjuk Lang dalam menunjukkan perlawanan terhadap pencuri dan perampok. Tapi versi lain melihat busur sebagai sosok besar sekali, memperluas baik ke Puppis dan dengan Delta Canis Majoris sebagai ujung panah. Seluruh Angka busur dan panah kadang-kadang dikenal hanya sebagai Hu .
 
Back To Top