Apasihitu

Pengertianya adalah blog berbentuk magazine yang di didalamnya berisi hal hal dan tips trik menarik seputar pengertian, astronomi, sains, cinta, arkeologi, inspirasi, motivasi,tutorial photoshop, tutorial blogger, dan masih banyak lagi yang menarik dan bermanfaat lainya.

Tampilkan postingan dengan label Seputar Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2013

Menyedihkan, Indonesia Urutan 2 Sanitasi Terburuk Dunia


Tanggal 22 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Sayang, di Indonesia urusan sanitasi dan air bersih masih menjadi masalah besar. Dari data yang dikeluarkan PBB, 2,5 miliar orang di dunia masih hidup dengan sanitasi yang buruk.

Dari 10 negara dengan jumlah tertinggi orang yang belum mendapatkan sanitasi yang layak, Indonesia bahkan menduduki peringkat kedua.

ylpkjatim.com 

"22 Negara mencapai lebih dari 80 persen dari buang air besar (BAB) sembarangan di dunia," jelas Jan Eliasson, Wakil Sekretaris Jenderal PBB, seperti dilansir Daily Mail.

Sebenarnya praktik BAB sembarangan sudah mengalami penurunan sebesar 271 juta sejak tahun 1990. Namun masih saja dipraktikkan oleh 1,1 miliar orang atau 15 persen dari populasi di dunia.

PBB menyatakan BAB sembarangan adalah salah satu penyebab utama diare, yang menyebabkan kematian lebih dari 750.000 anak di bawah usia lima tahun setiap tahun.

Negara penyumbang sanitasi terburuk di dunia antara lain Brasil, China, India, Indonesia, Kamboja, Ethiopia, Kenya, Madagaskar, Malawi, Mozambik, Nepal, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Zambia, Afghanistan, Burkina Faso, Chad, Kongo, Niger, Sudan dan Sudan Selatan.

Menurut laporan PBB, berikut 10 negara dengan jumlah tertinggi orang yang hidup tanpa sanitasi yang layak:

1. India: 626 juta orang hidup tanpa sanitasi yang memadai, 60 persen dari jumlah orang yang masih BAB sembarangan di seluruh dunia.
2. Indonesia: 63 juta orang tidak memiliki toilet
3. Pakistan: 40 juta orang masih buang air besar sembarangan
4. Ethiopia: 38 juta orang tanpa toilet
5. Nigeria: 34 juta orang tanpa sanitasi yang memadai
6. Sudan: 19 juta orang masih buang air besar sembarangan
7. Nepal: 15 juta orang tanpa sanitasi
8. China: 14 juta orang masih buang air besar sembarangan
9. Nigeria: 12 juta orang tanpa sanitasi yang memadai
10. Burkina Faso: 9,7 juta orang tanpa sanitasi yang memadai.


Masalah di Indonesia.
Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, yang 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan pemutakhiran data global pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa 63 juta penduduk Indonesia masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, kali, danau, laut atau di daratan.

www.tempo.co

Mayoritas pelaku praktik BAB sembarangan tinggal di desa. Hanya 38,4 persen penduduk perdesaan yang memiliki akses pada sanitasi yang layak. Menurut data WSP (World Bank's Water and Sanitation Program), akses sanitasi perdesaan tidak bertambah secara berarti selama 30 tahun terakhir.

Setiap tahun tercatat sekitar 121.100 kasus diare yang memakan korban lebih dari 50.000 jiwa akibat sanitasi yang buruk. Tak heran bila biaya kesehatan per tahun akibat sanitasi buruk mencapai Rp 139.000 per orang atau Rp 31 triliun secara nasional.

Oleh karena itu, target Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goal- MGD) untuk sanitasi perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Dengan hanya tersisa 2 tahun lagi sampai tahun 2015, harus ditemukan metode-metode yang lebih cepat, murah dan berkelanjutan untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak di Indonesia.



Mengapa sanitasi penting?
Perlu diketahui bahwa 1 gram tinja mengandung 10 juta virus dan 1 juta bakteri. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada badan air dan sungai bila 63 penduduk Indonesia BAB sembarangan setiap hari.

Air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 juta ton kotoran manusia per tahun yang dibuang dan berkontribusi terhadap polusi ke badan air, sehingga biaya pengolahan air bersih semakin mahal.

Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD (biochemical oxygen demand/kebutuhan oksigen biologis yang merupakan parameter kualitas air) sebesar 1 mg/liter pada sungai, meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9,17/meter kubik. Artinya menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional.

"Indonesia kehilangan Rp 56 triliun (US$ 6,3 miliar) per tahun akibat buruknya sanitasi dan kebersihan," ujar Yosa Yuliarsa, Spesialis Komunikasi Kawasan Asia Timur, Water and Sanitation Program (WSP) World Bank.

Nah, betapa pentingnya memiliki kesadaran soal sanitasi. Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga untuk kemajuan bangsa ini.



Sumber:
detik

Selasa, 05 Maret 2013

George Saa, Putra Papua yang Raih Prestasi Dunia

George Saa, Putra Papua yang Raih Prestasi Dunia

Ada orang indonesia menggapai nobel ? ini tidaklah mimpi kosong. harapan itu terbersit saat pertengahan april 2004, sepitinus george saa seorang putra papua, yang memenangi lomba “first step to nobel in physics”. ya ini yaitu perlombaan sangat bergengsi seantro jagad. ini mewajibkan pesertanya menuliskan penelitiannya apa saja dibidang fisika, lantas hasil penelitian tersebut dikirim didalam bhs inggris ke juri internasional di polandia. pada persaingan “first step to nobel in physics” hasil septinus george saa tidak menuai satu bantahan lalu dari juri. 
oge, panggilan akrabnya, mendapatkan langkah mengkalkulasi kendala pada dua titik rangkaian resistor tidak sampai yang membentuk segitiga serta hexagon. formula ini ia tuang didalam papernya yakni “infite triangle and hexagonal lattice networks of identical resistor”, paper ini mengungguli beberapa ratus paper dari 73 negara yang masuk ke meja juri. juri yang beranggotakan 30 jawara fisika cuma perlu waktu 3 hari untuk mengambil keputusan bahwa pemuda yang berumur 17 th. asal jayapura ini menggapai emas. wow... ! 
bagaimana perjalanan oge sebelum saat menggapai nobel. layaknya inilah ceritanya : 
oge lahir 22 september 1986, ia memanglah pandai sejak kecil. tidak layaknya einstein yang dulu tinggal kelas, oge senantiasa juara kelas sejak bangku sd-smp, apalagi saat ia tetap kelas 4 sd ia dulu ditawari gurunya untuk ikuti ebtanas kelas 6. tetapi mamanya melarang dikarenakan di antara kakaknya juga tengah ikuti ebtanas. 
selepas sd serta smp yang sering di beri warna bolos ini. oge di terima di smun 3 buper jayapura, ini yaitu sekolah unggulan milih pemerintah. kepintaran otak sang mutiara hitam dari timur indonesia mulai bercahaya waktu ia menjuarai olimpiade kimia tingkat tempatdikarenakan prestasinya ia memperoleh bea siswa untuk ke jakarta, tetapi ibu nya melarang pergi. 
prestasinya rupanya memerlukan sedikit kenakalan. dibantu kakaknya frangky, ia berangkat diam2. ia memberi tahu mamanya sesaat sebelum saat menaiki tangga pesawat. mengerti anak pergi meninggalkan tanah papua, mamanya lalu menangis sedih sepanjang dua minggu. 
tetapi oge menunjukkan bahwa kepergiannya tidak percuma. tangis sedih mamanya bertukar jadi tangis haru saat bln. november 2003 ia sukses menempati peringkat 8 dari 60 peserta lomba matematika kuantum di india. prestasi nya lalu memuncak waktu ia sukses menggenggam emas hasil riset fisikanya. mamanya lalu tidak dulu menangis lagi.

Rabu, 20 Februari 2013

SBY Bakal Naik Gunung Slamet

SBY Bakal Naik Gunung Slamet
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu-Jumat (20-22 Februari). Presiden, yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, beranjak menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB) dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pukul 14.45 WIB.

Menurut jadwal perjalanan yang dikeluarkan Biro Pers dan Protokol Istana Presiden, Presiden dan Ibu Negara akan menunju Bukit Batumirah, Lereng Gunung Slamet, pada hari Kamis  pagi. Presiden dan rombongan akan berjalan kaki sejauh 850 meter. Di Bukit Batumirah, SBY akan bersilahturami dengan masyarakat sekitar bukit tersebut. Selain itu, SBY akan melakukan penanaman pohon Pinus.

Pada sore harinya, SBY akan meninjau dan melakukan panen Wortel di Agrowisata Sikrama, Desa Tuwel, Kabupaten Tegal. Dari situ, SBY melakukan peninjauan peternakan sapi Sido Makmur.

Kemudian, SBY akan melakukan peninjauan proses produksi pengolahan teh hitam dan 'display' hasil perkebunan teh di Kabupaten Pemalang. Juga melihat display hasil tenun sarung goyar, hasil tani hortikultura, nanas, dan mangga serta kepiting soka. SBY juga dijadwalkan akan berdialog dengan masyarakat sekitar perkebunan Kebun Semugih, Kabupaten Pemalang.



Sumber

Minggu, 10 Februari 2013

Persatuan Wartawan Indonesia dan Hari Pers Nasional

Bertempat digedung musium pers Solo (saat ini), pada tanggal 9 Februari 1946, diadakan pertemuan untuk membentuk Persatuan Wartawan Indonesia. Tidak pada saat itu tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Gagasan ini baru muncul pada Kongres Ke-16 PWI di Padang. Ketika itu, bulan Desember 1978, PWI Pusat masih dipimpin Harmoko. Salah satu keputusan Kongres adalah mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan tanggal 9 Februari sebagai HPN. Ternyata semua ini harus menunggu tujuh tahun lagi untuk dapat disetujui. Melalui Surat Keputusan Presiden No. 5/1985, maka hari lahir PWI itu resmi menjadi HPN. Boleh jadi ini merupakan usaha lobi tingkat tinggi Harmoko, yang sejak 1983 menjadi Menteri Penerangan. Sebenarnya 9 Februari 1946 memang punya nilai historis bagi komunitas pers di Indonesia. Sebab, pada hari itulah diselenggarakan pertemuan wartawan nasional yang melahirkan PWI, sebagai organisasi wartawan pertama pasca kemerdekaan Indonesia dan menetapkan Sumanang sebagai ketuanya. Namun, PWI bukanlah organisasi wartawan pertama yang didirikan di Indonesia. Jauh sebelum itu, dizaman Belanda sejumlah organisasi wartawan telah berdiri dan menjadi wadah organisasi para wartawan. Satu di antaranya yang paling menonjol adalah Inlandsche Journalisten Bond (IJB). Organisasi ini berdiri pada tahun 1914 di Surakarta. Pendiri IJB antara lain Mas Marco Kartodikromo yang mengaku muridnya dari Tirto Adhi Surjo, kemudian juga pendiri lainnya adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Sosro Kartono dan Ki Hadjar Dewantara. IJB merupakan organisasi wartawan pelopor yang radikal, dimana sejumlah anggotanya sering diadili bahkan ada yang diasingkan ke Digul oleh penguasa kolonial Belanda. Selain IJB, organisasi wartawan lainnya adalah Sarekat Journalists Asia (berdiri 1925), Perkumpulan Kaoem Journalists (1931), serta Persatoean Djurnalis Indonesia (1940). Berbagai organisasi wartawan tersebut tidak berumur panjang akibat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1984, melalui Peraturan Menteri Penerangan Harmoko (Permenpen) No. 2/1984, PWI dinyatakan sebagai satu-satunya organisasi wartawan atau wadah tunggal, yang boleh hidup di Indonesia adalah PWI. Dan setahun setelah menjadi wadah tunggal, pada 1985 PWI berhasil mengegolkan HPN tersebut. (disarikan dari http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/02/23/0058.html ) Foto diatas adalah peristiwa berdirinya PWI di Solo.

Kamis, 07 Februari 2013

7 Februari 1992: Uni Eropa Diresmikan

7 Februari 1992: Uni Eropa Diresmikan

uni eropaPada 21 tahun lalu, integrasi negara-negara di Eropa semakin kuat dengan meresmikan suatu persekutuan baru, Uni Eropa. Menteri luar negeri dan keuangan dari 12 negara Eropa menandatangani Perjanjian Maastricht yang memformalisasikan berdirinya Uni Eropa.
Menurut stasiun berita BBC, perjanjian Maastricht yang menjadi fondasi Uni Eropa tersebut terdiri dari dua bagian. Pertama, Persetujuan Uni Eropa, dan kedua, Undang-Undang Final Maastricht.
Dengan ditandatanganinya kedua perjanjian tersebut, institusi yang dulunya bernama Komunitas  Eropa (EC) resmi berganti nama menjadi Uni Eropa (EU). Warga kedua belas negara anggotanya kini menjadi warga Eropa yang bebas tinggal dan bekerja dimana saja di seluruh Eropa.
Organisasi baru ini memiliki kewenangan yang lebih luas karena bertanggung jawab atas kebijakan dalam dan luar negeri serta sejumlah persoalan keamanan dan hukum negara anggotanya.
Proses ratifikasi Perjanjian Maastricht sendiri berlangsung alot. Denmark awalnya menolak perjanjian tersebut dan baru menerima pada tanggal 18 Mei 1993 setelah mendapat sejumlah pengecualian.
Referendum serupa yang dilakukan di Perancis hanya berselisih 1 persen antara kelompok yang mendukung dengan yang menentang. Inggris sendiri menerima setelah menghapus agenda peraturan sosial dalam perjanjian tersebut.
Kini, Uni Eropa beranggotakan 27 negara setelah bergabungnya negara-negara baru pecahan Uni Soviet.
 
Back To Top